The Butterfly Garden
Penulis : Dot Hutchison
Penerbit : GPU
Saya pribadi sih baru dengar nama penulis tersebut, tapi mengingat ini karya best selling, saya merasa wajib membacanya.
Novel ini mengisahkan Maya, salah satu korban yang lolos dari maut dalam sebuah tempat isolasi, tepatnya kebun, di mana pelaku melakukan penculikan dan menyekap para gadis di sana.
Gaya berceritanya disuguhkan dalam bentuk wawancara yang dilakukan dua agen FBI, Victor dan Eddison terhadap Maya alias Inara, si gadis yang selamat dari kebun maut.
Inara bercerita kehidupannya dan para gadis lain di dalam kebun yang terisolasi tersebut.
Saat masuk bab baru yang hanya disanggah beberapa spasi, akan muncul cerita dalam POV1 si tokoh Maya.
Awalnya agak bingung, namun perlahan mulai beradaptasi, rasa penasaran itu tetap terbangun karena setiap babnya memunculkan "kejutan" baru.
Banyak tokoh yang bermunculan dan beberapa di antaranya hanya figuran, belum lagi ada flashback kehidupan Maya sebelum diculik, meski terkesan tumpang tindih tapi gaya bercerita Hutchison masih bisa diikuti.
How Violent? Mystery? Puzzle ? Apakah tokoh Maya ini dapat dipercaya?
☆☆☆
Pelaku dari semua penculikan tersebut hanya disebut "Si penjaga taman". Dia sudah punya dua anak yang beranjak remaja, yaitu Avery & Desmond.
Avery ini punya perangai buruk. Ia pernah mengikat Maya dan menempelkan besi panas ke pinggangnya, dan itu membuat penjaga taman murka. Avery pun dihukum tidak boleh memasuki taman dan menyentuh para gadis-gadis yang ada di sana.
Hingga menjelang seratus halaman terakhir, gaya bercerita masih sama, berkutat pada penyelidikan yang dilakukan dua agen FBI, Victor & Eddison di ruang interogasi terhadap Maya alias Inara (salah satu korban selamat). Konten kekerasan sebenarnya tidak terlalu vulgar, dan beberapa adegan juga meski membuat mual tapi tidak sampai taraf Disgusting.
Ini seperti lebih pada kisah kondisi psikologis manusia yang harus hidup dalam kandang besar bernama taman kupu-kupu.
☆☆☆
Maya alias Inara tetap tegar meski para gadis lain sudah hampir gila terkurung selama bertahun tahun dalam Kebun.
Maya menjadi tokoh yang tidak dapat dipercaya, bagaimana dia bisa setenang itu dihadapan para agen FBI setelah sekian lama dikurung dalam taman? dan agen Victor berusaha untuk tetap menaruh simpatik padanya agar bisa mengerti jalan pemikiran gadis tersebut.
Lain cerita dengan partnernya, Eddison yang lebih banyak berperan sebagai polisi jahat dan terus menekan Maya alias Inara.
Kasus ini juga jadi besar karena anak seorang senator jadi bagian dari penculikan tersebut.
Ada sesuatu yang sangat sakit diidap oleh "Si penjaga Taman", dengan penculikan yang ia lakukan, si pelaku tetap bersikukuh kalau perbuatannya dengan mengurung mereka itu semata adalah untuk melindungi para wanita tersebut dari bahaya di luar.
It`s terrifying book, dan saya pikir Dot Hutchison memulai debut yang baik di thriller kali ini.
Saya tutup dengan angka 3,9/5
Penulis : Dot Hutchison
Penerbit : GPU
Saya pribadi sih baru dengar nama penulis tersebut, tapi mengingat ini karya best selling, saya merasa wajib membacanya.
Novel ini mengisahkan Maya, salah satu korban yang lolos dari maut dalam sebuah tempat isolasi, tepatnya kebun, di mana pelaku melakukan penculikan dan menyekap para gadis di sana.
Gaya berceritanya disuguhkan dalam bentuk wawancara yang dilakukan dua agen FBI, Victor dan Eddison terhadap Maya alias Inara, si gadis yang selamat dari kebun maut.
Inara bercerita kehidupannya dan para gadis lain di dalam kebun yang terisolasi tersebut.
Saat masuk bab baru yang hanya disanggah beberapa spasi, akan muncul cerita dalam POV1 si tokoh Maya.
Awalnya agak bingung, namun perlahan mulai beradaptasi, rasa penasaran itu tetap terbangun karena setiap babnya memunculkan "kejutan" baru.
Banyak tokoh yang bermunculan dan beberapa di antaranya hanya figuran, belum lagi ada flashback kehidupan Maya sebelum diculik, meski terkesan tumpang tindih tapi gaya bercerita Hutchison masih bisa diikuti.
How Violent? Mystery? Puzzle ? Apakah tokoh Maya ini dapat dipercaya?
☆☆☆
Pelaku dari semua penculikan tersebut hanya disebut "Si penjaga taman". Dia sudah punya dua anak yang beranjak remaja, yaitu Avery & Desmond.
Avery ini punya perangai buruk. Ia pernah mengikat Maya dan menempelkan besi panas ke pinggangnya, dan itu membuat penjaga taman murka. Avery pun dihukum tidak boleh memasuki taman dan menyentuh para gadis-gadis yang ada di sana.
Hingga menjelang seratus halaman terakhir, gaya bercerita masih sama, berkutat pada penyelidikan yang dilakukan dua agen FBI, Victor & Eddison di ruang interogasi terhadap Maya alias Inara (salah satu korban selamat). Konten kekerasan sebenarnya tidak terlalu vulgar, dan beberapa adegan juga meski membuat mual tapi tidak sampai taraf Disgusting.
Ini seperti lebih pada kisah kondisi psikologis manusia yang harus hidup dalam kandang besar bernama taman kupu-kupu.
☆☆☆
Maya alias Inara tetap tegar meski para gadis lain sudah hampir gila terkurung selama bertahun tahun dalam Kebun.
Maya menjadi tokoh yang tidak dapat dipercaya, bagaimana dia bisa setenang itu dihadapan para agen FBI setelah sekian lama dikurung dalam taman? dan agen Victor berusaha untuk tetap menaruh simpatik padanya agar bisa mengerti jalan pemikiran gadis tersebut.
Lain cerita dengan partnernya, Eddison yang lebih banyak berperan sebagai polisi jahat dan terus menekan Maya alias Inara.
Kasus ini juga jadi besar karena anak seorang senator jadi bagian dari penculikan tersebut.
Ada sesuatu yang sangat sakit diidap oleh "Si penjaga Taman", dengan penculikan yang ia lakukan, si pelaku tetap bersikukuh kalau perbuatannya dengan mengurung mereka itu semata adalah untuk melindungi para wanita tersebut dari bahaya di luar.
It`s terrifying book, dan saya pikir Dot Hutchison memulai debut yang baik di thriller kali ini.
Saya tutup dengan angka 3,9/5

Komentar
Posting Komentar