Review The Pretty Girls
Author : Karin Slaughter
No ISBN : 9786020628189
Jenis Cover : Soft Cover
Jumlah Hal : 470
Kategori : Misteri Thriller/Suspense
Judul terjemahan : Putri Putri Cantikku
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Ulasan
Novel ini memiliki narasi dan bab yang panjang-panjang, terfokus pada dua karakter utamanya Claire & Lidya. Terutama Claire yang di tengah segala keterbatasannya sebagai wanita biasa, ia selalu mencoba mencari cara dalam setiap permasalahan hidupnya dan keluar dari bahaya.
Claire bisa dibilang tokoh yang lebih dominan, saat harus menghadapi mantan suaminya yang seorang psikopat dan terlibat dalam jaringan pornografi internasional, ia juga banyak berprasangka dengan menciptakan suatu narasi yang menyesatkan atau unreliable narrator serta teknik foreshadowing dengan memberikan sebuah ide/gagasan atau clue, menjadi ciri khas literasi yang biasa digunakan untuk membangun atmosfir ketegangan yang semakin bertambah dan tensi yang penuh dramatisasi.
The Pretty Girls lebih banyak fokus pada development character, selain permasalahan tokoh yang sering terjebak masalah dan si tokoh ini awam dan terkesan impossible mission to solve.
Graphic violence nya digambarkan cukup disturbing, ngilu, dan terkadang bisa bikin mual, it’s extreme at some part but not to much.Wanita masih menjadi subjek kekerasan dengan revenge flick yang menurut saya bikin greget.
Akhir kata, novel ini cocok untuk penggemar thriller suspense
I give 3,9/5 stars
Author : Karin Slaughter
No ISBN : 9786020628189
Jenis Cover : Soft Cover
Jumlah Hal : 470
Kategori : Misteri Thriller/Suspense
Judul terjemahan : Putri Putri Cantikku
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Ulasan
Novel ini memiliki narasi dan bab yang panjang-panjang, terfokus pada dua karakter utamanya Claire & Lidya. Terutama Claire yang di tengah segala keterbatasannya sebagai wanita biasa, ia selalu mencoba mencari cara dalam setiap permasalahan hidupnya dan keluar dari bahaya.
Claire bisa dibilang tokoh yang lebih dominan, saat harus menghadapi mantan suaminya yang seorang psikopat dan terlibat dalam jaringan pornografi internasional, ia juga banyak berprasangka dengan menciptakan suatu narasi yang menyesatkan atau unreliable narrator serta teknik foreshadowing dengan memberikan sebuah ide/gagasan atau clue, menjadi ciri khas literasi yang biasa digunakan untuk membangun atmosfir ketegangan yang semakin bertambah dan tensi yang penuh dramatisasi.
The Pretty Girls lebih banyak fokus pada development character, selain permasalahan tokoh yang sering terjebak masalah dan si tokoh ini awam dan terkesan impossible mission to solve.
Graphic violence nya digambarkan cukup disturbing, ngilu, dan terkadang bisa bikin mual, it’s extreme at some part but not to much.Wanita masih menjadi subjek kekerasan dengan revenge flick yang menurut saya bikin greget.
Akhir kata, novel ini cocok untuk penggemar thriller suspense
I give 3,9/5 stars

Komentar
Posting Komentar