Judul : The Borrowed
Penulis : Chan Ho Kei
ISBN : 9786-0206-3246-9
Kategori : Fiksi Kriminal, Noir, Detektif
Origin : Hong Kong
Terjemahan : Bahasa Indonesia
Kwan Chun Dok dikenal sebagai mata surga karena keahliannya mengingat semua hal hingga detail terkecilnya dan kemampuannya berdeduksi. Novel ini terbagi dalam enam cerita dalam urutan kronologi terbalik, mulai dari akhir karirnya di 2013 hingga awal mula pada 1967, kasus besar pilihan yang ia tangani yaitu pembunuhan konglomerat (2013), Pembunuhan artis melibatkan geng narkoba Triad (2003), Masa peralihan kekuasaan (1997), Perburuan buronan Shek bersaudara (1989), Konflik ICAC – Independent Comisission against Corruption dan Kepolisian Hong Kong (1977), dan pemberontakan sayap kiri pro Mao (1967).
Novel ini bersetting di Hong Kong dan saya pikir ini adalah Hong Kong, yang mana kalau kamu terlalu masuk ke dalam ceritanya, membuat seolah kita juga tengah menjejakkan kaki di tanah bekas jajahan Inggris tersebut.
The Borrowed tidak hanya mengisahkan novel ala detektif yang kaku dan terlalu banyak rumusan, tetapi juga melihat perspektif yang lebih luas dari itu, menceritakan sejarah, permasalahan sosial, karakteristik masyarakat, hingga peperangan narkotika dan perseturuan antar institusi penegak hukum. Kaku? Berat? Tenang saja, penulis pemenang Shoji Simada mystery awards ini tahu bagaimana caranya menulis fiksi kriminal yang mengasyikkan.
The Borrowed tidak hanya menyajikan puzzle mystery’s, tapi juga intrik, action, police procedure, dan Noir.
Setiap kisah akan dibanjiri Plot twist dan saat kita coba menebaknya, ternyata itu juga adalah jebakan bagi pembaca. Chan Ho Kei menggunakan twist-twist brilian pada setiap bagian novella’s nya, seperti kasus bagian ke dua yang menyoal Pembunuhan Candy Ton dan kelompok narkotika Triad misalnya, saat memancing para bos besar itu keluar dari sarangnya, mengingatkan saya akan gaya eksekusi ala sicario, hanya saja beda cara dan gaya.
Membaca novel ini sepertinya sangat related sekali dengan Hong Kong masa kini yang tengah dihujani demonstrasi tak berkesudahan dalam empat bulan terakhir, dan memasuki puncak terparah saat Bandar Udara di ambil alih oleh demonstran dua hari lalu, orang awam mungkin masih tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, dan ini semua bukan menyoal pro dan kontra mengesahkan hukum ektradisi para kriminal ke daratan China, tapi ada sejarah panjang yang dipendam orang-orang di masa lalu, dan mungkin melalui buku ini, kamu akan sedikit mendapatkan gambaran dengan apa yang terjadi pada 1967 saat pemberontakan kelompok kiri merajalela, kisah yang menjadi penutup dan sekaligus awal karir Kwan Chun Dok sebagai polisi.
Setting tempat mayoritas berada pada tataran urban, di mana wilayah perkotaan padat dan penggerak ekonomi macam Mong Kok dan Kowloon menjadi dominasi, saya jadi teringat sekitar tujuh lalu saat pertama kali menjejak hong kong dan saya pribadi terkadang tidak tahu juga nama tempatnya pada saat itu, yang selalu terbayang adalah suasana di malam hari, toko-toko yang dipenuhi plang bertuliskan huruf kanton dengan neon-neon bercahaya menggantung di dinding atas toko yang menonjol, dan apabila dilihat dari kejauhan nampak bertumpang tindihan satu sama lain dengan plang neon dari toko lain.
Sisi teknis yang ingin saya bahas mungkin menyoal blurb-nya, ada bagian di mana menyebut akan ada suatu kisah berjudul “Pembantaian Tiananmen 1989.”, tapi di dalam buku, pada 1989 berkisah perburuan Shek bersaudara, dan di dunia aslinya, Tiananmen sendiri adalah sebuah kisah sejarah berdarah yang terjadi di Beijing, bukan Hong Kong.
Suka dengan genre detektif, thriller, mystery puzzle, police procedural atau Noir, The Borrowed adalah rekomendasi yang cocok buat kalian. My rate 4,2/5. It’s very highly recommended.
Lihat juga di IG : fin.ramdhan & ministryofthriller


Komentar
Posting Komentar