Langsung ke konten utama

Review The Life We Bury by Allen Eskens

Author : Allen Eskens
ISBN : 9786023852987
Penerbit : Noura Books Publishing
Tahun terbit : Nov-2017
Cover : Soft Cover
Kategori : Fiksi – Thriller Suspense
Origin : Amerika Serikat
Terjemahan : Indonesia

Joe Talbert adalah tokoh utamanya, ia seorang mahasiswa yang tengah menyelesaikan studinya, dengan menggunakan POV-1 atau sudut pandang orang pertama, yaitu “aku. Dia punya kakak (Jeremy) yang autis, ibunya yang pecandu alkohol, serta kenalan seorang wanita cantik bernama Lila Nash yang ikut membantunya dalam membangun kasus yang menerpa mantan veteran perang Vietnam Carl Iverson. Di masa lalu, Carl dituduh membunuh seorang gadis pemandu sorak tiga puluh tahun yang lalu.

Plot ceritanya dibangun dengan cepat, beralur maju dan bersetting tempat di Minnesota dan sebagian kecil di Iowa pada musim dingin/salju. Jalan ceritanya simpel dan diurai satu persatu dengan memainkan sedikit puzzle untuk merangsang pembaca berpikir.

Konflik keluarga Joe Talbert dibangun dengan penuh emosional, building character masing-masing tokoh juga terjalin dengan baik, sehingga kita akan merasakan jiwa dari masing-masing tokoh mayor yang ada dalam novel ini.

Ada scene yang bikin saya mungkin kembali terkenang masa-masa awal dua puluhan, romansa remaja menjelang dewasa yang dibangun oleh Joe dan Lila dibuat natural dan membuat pembaca feeling comportable sejenak di sela-sela ketegangan yang dibangun sepanjang cerita.

This novel is not so violent, tapi beberapa adegan aksi yang dituturkan cukup membuat sport jantung.

Debut yang menarik, dan TLWB juga memiliki sekuel berjudul “The Shadow We Hide.” Buku ini adalah pemenang Left Coast Crime Rosebud Award (Best Debut Mystery), Barry Award (Best Paperback Original), Silver Falchion Award (Best First Novel), Mystery People (Best Debut Novel), dan Suspense Magazine (Best Book/Debut Author).

TLWB menurut kabarnya tengah digarap dan dikembangkan untuk menjadi sebuah film, Allan Eskens juga pernah menjadi finalis Edgar Awards.

So, saya pikir novel debut dari penulis asal Minnesota ini berhak mendapatkan 4,0/5 bintang dari saya. Mengasyikan, penuh petualangan dan ketegangan, dan sedikit minus dari alur yang sedikit tertebak.

IG : fin.ramdhan , ministryofthriller

Resensi Novel, Sinopsis Novel


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Ghost Fleet

Review Ghost Fleet Author : P.W Singer, August Cole ISBN : 978-602-441-076-6 Penerbit : Mizan Pustaka, PT Jenis Cover : Soft Cover Kategori : Action, techno, thriller Jumlah hal : 544 “Peter Singer dan August Cole menyajikan kemungkinan mengerikan tentang perang yang bisa saja terjadi di masa depan, Blueprint mengejutkan tentang perang di masa depan, karena itu perlu dibaca sekarang!” Laksamana James Stavridis, USN (Ret) ; Komandan Sekutu Tertinggi NATO 2009-13 Ulasan Ghost Fleet menawarkan kisah action techno thriller yang cepat, setiap bab nya akan berpindah-pindah tempat dan menggambarkan teknologi perang dengan sangat detail, terkadang mengingatkan saya akan novel-novelnya Frederick Forsyth. Dunia masih terbagi dua, kali ini fokus pada pertempuran antara Amerika Serikat vs China - Rusia, dan di masa depan perang sudah bukan di tiga matra lagi, tetapi (bisa) empat yaitu udara, darat, laut, dan ruang angkasa. Stasiun di luar bumi tersebut juga mulai dipersenjatai diam-d...

Review The Pretty Girls

Review The Pretty Girls Author : Karin Slaughter No ISBN : 9786020628189 Jenis Cover : Soft Cover Jumlah Hal : 470 Kategori : Misteri Thriller/Suspense Judul terjemahan : Putri Putri Cantikku Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Ulasan Novel ini memiliki narasi dan bab yang panjang-panjang, terfokus pada dua karakter utamanya Claire & Lidya. Terutama Claire yang di tengah segala keterbatasannya sebagai wanita biasa, ia selalu mencoba mencari cara dalam setiap permasalahan hidupnya dan keluar dari bahaya. Claire bisa dibilang tokoh yang lebih dominan, saat harus menghadapi mantan suaminya yang seorang psikopat dan terlibat dalam jaringan pornografi internasional, ia juga banyak berprasangka dengan menciptakan suatu narasi yang menyesatkan atau unreliable narrator serta teknik foreshadowing dengan memberikan sebuah ide/gagasan atau clue, menjadi ciri khas literasi yang biasa digunakan untuk membangun atmosfir ketegangan yang semakin bertambah dan tensi yang penuh d...