#DVDTIME
#Sicario
Review Sicario
Tahun : 2015
Genre : Crime Thriller
Adegan pembuka diawali oleh Penggerebekan bandar narkoba yang berujung pada penemuan mayat yang di semen dalam dinding.
Kate Macer, seorang polisi wanita FBI dipanggil oleh DoD (Department of Defense/Kementrian Pertahanan) untuk dimintai keterangan lebih lanjut tentang apa yang ditemukan di sana.
Eskalasi perang kartel narkoba di perbatasan AS dan Meksiko itu adalah perbuatan dari kartel Sonora yang dipimpin oleh Fausto Alarcon, memiliki sepupu bernama Guillermo, dan darinyalah diketahui adanya terowongan yang dijadikan untuk penyelundupan nakotika dalam skala besar dari Juarez ke Arizona.
Matt Graver pimpinan tim bersama Alejandro, seorang pria dengan status tidak jelas, dibantu oleh tim Delta (satuan penghancur yang baru kembali dari Afganistan) membuat skenario bagaimana caranya agar kaki tangan Fausto, yaitu Manuel Diaz agar ia kembali ke Meksiko untuk menemui bos nya tersebut.
Matt dan timnya melakukan penggerebekan terhadap seorang wanita pencuci uangnya Diaz disebuah bank yang akhirnya memicu Diaz untuk kembali ke Meksiko.
Alejandro diketahui pernah bekerja untuk kartel Medellin Kolombia, tidak dijelaskan lebih rinci bagaimana ia akhirnya bisa bekerjasama dengan DoD seperti Matt, ia memiliki dendam pribadi terhadap Fausto Alarcon yang telah memotong kepala istrinya dan melemparkan anaknya ke zat asam.
Alejandro memiliki misi pribadi dan pada akhirnya membunuh anak, istri, dan juga Fausto sendiri dengan Mark 23 berperedam miliknya.
Sementara itu Matt Graver dan tim nya sukses memukul mundur gembong narkotika Juarez di terowongan.
It`s my analyst.
Sicario menjadi film yang tidak diperhitungkan awalnya hingga sukses nangkring diperingkat ke dua box office dunia setelah Film sci fie The Martian. Film in menuai untung besar dan akan dibuatkan sekuelnya berjudul Soldado (Tentara) yang direncanakan tayang pada 2017 / 18.
Sinematografi Rogers Dekins dipadukan dengan Music Score menyeramkan yang diolah dengan baik oleh Johann Johannson membuat daya dobrak film yang sebenarnya terlihat agak "sepi" ini menjadi lebih hidup.
Sicario juga berhasil meraih nominasi Oscar untuk 3 kategori.
Alejandro (diperankan Benicio Del Toro) adalah karakter ambigu yang menurut saya berhasil diciptakan oleh sang sutradara Dennis Villeneuve. Alejandro bisa digambarkan sosok yang humanis, benci dengan korupsi, lalu tiba2 berubah menjadi seorang pembunuh berdarah dingin.
Ada sebuah "clue" yang coba disebar dalam film ini mengenai apa motif Alejandro sebenarnya, saat ia mengatakan bahwa Kate mengingatkannya pada seseorang yang sangat spesial di masa lalunya. Masa lalu kelam yang menghantarkan ia menjadi Sicario (dalam bahasa Meksiko artinya pembunuh bayaran)
"Sebaiknya kamu pergi kekota yang lebih kecil, dimana hukum itu masih ada, karena ini tanahnya para serigala saat ini." Ujar Alejandro kepada Kate.
My rate 8
#Sicario
Review Sicario
Tahun : 2015
Genre : Crime Thriller
Adegan pembuka diawali oleh Penggerebekan bandar narkoba yang berujung pada penemuan mayat yang di semen dalam dinding.
Kate Macer, seorang polisi wanita FBI dipanggil oleh DoD (Department of Defense/Kementrian Pertahanan) untuk dimintai keterangan lebih lanjut tentang apa yang ditemukan di sana.
Eskalasi perang kartel narkoba di perbatasan AS dan Meksiko itu adalah perbuatan dari kartel Sonora yang dipimpin oleh Fausto Alarcon, memiliki sepupu bernama Guillermo, dan darinyalah diketahui adanya terowongan yang dijadikan untuk penyelundupan nakotika dalam skala besar dari Juarez ke Arizona.
Matt Graver pimpinan tim bersama Alejandro, seorang pria dengan status tidak jelas, dibantu oleh tim Delta (satuan penghancur yang baru kembali dari Afganistan) membuat skenario bagaimana caranya agar kaki tangan Fausto, yaitu Manuel Diaz agar ia kembali ke Meksiko untuk menemui bos nya tersebut.
Matt dan timnya melakukan penggerebekan terhadap seorang wanita pencuci uangnya Diaz disebuah bank yang akhirnya memicu Diaz untuk kembali ke Meksiko.
Alejandro diketahui pernah bekerja untuk kartel Medellin Kolombia, tidak dijelaskan lebih rinci bagaimana ia akhirnya bisa bekerjasama dengan DoD seperti Matt, ia memiliki dendam pribadi terhadap Fausto Alarcon yang telah memotong kepala istrinya dan melemparkan anaknya ke zat asam.
Alejandro memiliki misi pribadi dan pada akhirnya membunuh anak, istri, dan juga Fausto sendiri dengan Mark 23 berperedam miliknya.
Sementara itu Matt Graver dan tim nya sukses memukul mundur gembong narkotika Juarez di terowongan.
It`s my analyst.
Sicario menjadi film yang tidak diperhitungkan awalnya hingga sukses nangkring diperingkat ke dua box office dunia setelah Film sci fie The Martian. Film in menuai untung besar dan akan dibuatkan sekuelnya berjudul Soldado (Tentara) yang direncanakan tayang pada 2017 / 18.
Sinematografi Rogers Dekins dipadukan dengan Music Score menyeramkan yang diolah dengan baik oleh Johann Johannson membuat daya dobrak film yang sebenarnya terlihat agak "sepi" ini menjadi lebih hidup.
Sicario juga berhasil meraih nominasi Oscar untuk 3 kategori.
Alejandro (diperankan Benicio Del Toro) adalah karakter ambigu yang menurut saya berhasil diciptakan oleh sang sutradara Dennis Villeneuve. Alejandro bisa digambarkan sosok yang humanis, benci dengan korupsi, lalu tiba2 berubah menjadi seorang pembunuh berdarah dingin.
Ada sebuah "clue" yang coba disebar dalam film ini mengenai apa motif Alejandro sebenarnya, saat ia mengatakan bahwa Kate mengingatkannya pada seseorang yang sangat spesial di masa lalunya. Masa lalu kelam yang menghantarkan ia menjadi Sicario (dalam bahasa Meksiko artinya pembunuh bayaran)
"Sebaiknya kamu pergi kekota yang lebih kecil, dimana hukum itu masih ada, karena ini tanahnya para serigala saat ini." Ujar Alejandro kepada Kate.
My rate 8




Komentar
Posting Komentar