Review Dua Dini Hari (Chandra Bientang)
🎈🎈🎈
This is my first review at 2020. Buku ini saya beli jelang akhir tahun sih sehingga banyak gangguan dan baru selesai baca sekarang.
Dari pemenang best Novel of the Year Scarlett Pen Awards 2020 (Mudah2an ajang ini ke depan bisa jadi Oscar nya para penulis kriminal di Indonesia) yang di gagas Detectives ID, lalu penulis Ubud Writer Emerging Festivals 2019.
🃏🃏🃏
Novel ini diterbitkan oleh Noura Books yang merupakan rangkaian dari project Urban Thriller Competition.
Dengan 248 halaman, dibungkus oleh soft cover, memiliki desain warna mayoritas hijau yang elegan, dengan paduan gambar ilustrasi manusia yang tergantung oleh tali, menurut saya, gambar tersebut jadi penanda bahwa ini novel thriller kriminal.
Dan tentunya dapat edisi bertanda tangan karena saya beli dari penulisnya langsung.
Digedor dengan diksi dan story telling yang luwes membuat saya agak terkaget-kaget sih pada awalnya (but it's really delicious for me) tentu dengan gaya kearifan lokal, agak sedikit mengingatkan saya dengan gaya JK Rowling dalam series Cormoran Strike-nya, yang kalau dalam narasi ada gestur body shaming dan nyinyiran.
📚📚📚
Cara menuturkan kalimat ke kalimat lainnya juga tergolong cepat, tapi mampu menampilkan penggalan kata dalam bentuk tanda baca yang tepat sehingga masih tetap enak untuk dibaca.
Saya ingin menyoal bagaimana cara penulis me-revealed sang pembunuh, menurut saya sich It`s not so dark but pretty cruel enough! A very intense hingga lembar terakhir.
🍜🍜🍜
Dengan jumlah halaman yang sebegitu pendek, yang artinya space yang sebegitu sempit untuk develop character, twist, hingga membangun Suspense, tapi penulis masih mampu untuk memanfaatkan ruang sempit tersebut secara maksimal.
Jadi, overall, still worth it to read. My Rate 8,5/10.
🎈🎈🎈
This is my first review at 2020. Buku ini saya beli jelang akhir tahun sih sehingga banyak gangguan dan baru selesai baca sekarang.
Dari pemenang best Novel of the Year Scarlett Pen Awards 2020 (Mudah2an ajang ini ke depan bisa jadi Oscar nya para penulis kriminal di Indonesia) yang di gagas Detectives ID, lalu penulis Ubud Writer Emerging Festivals 2019.
🃏🃏🃏
Novel ini diterbitkan oleh Noura Books yang merupakan rangkaian dari project Urban Thriller Competition.
Dengan 248 halaman, dibungkus oleh soft cover, memiliki desain warna mayoritas hijau yang elegan, dengan paduan gambar ilustrasi manusia yang tergantung oleh tali, menurut saya, gambar tersebut jadi penanda bahwa ini novel thriller kriminal.
Dan tentunya dapat edisi bertanda tangan karena saya beli dari penulisnya langsung.
Digedor dengan diksi dan story telling yang luwes membuat saya agak terkaget-kaget sih pada awalnya (but it's really delicious for me) tentu dengan gaya kearifan lokal, agak sedikit mengingatkan saya dengan gaya JK Rowling dalam series Cormoran Strike-nya, yang kalau dalam narasi ada gestur body shaming dan nyinyiran.
📚📚📚
Cara menuturkan kalimat ke kalimat lainnya juga tergolong cepat, tapi mampu menampilkan penggalan kata dalam bentuk tanda baca yang tepat sehingga masih tetap enak untuk dibaca.
Saya ingin menyoal bagaimana cara penulis me-revealed sang pembunuh, menurut saya sich It`s not so dark but pretty cruel enough! A very intense hingga lembar terakhir.
🍜🍜🍜
Dengan jumlah halaman yang sebegitu pendek, yang artinya space yang sebegitu sempit untuk develop character, twist, hingga membangun Suspense, tapi penulis masih mampu untuk memanfaatkan ruang sempit tersebut secara maksimal.
Jadi, overall, still worth it to read. My Rate 8,5/10.

Komentar
Posting Komentar